Saturday, May 4, 2013

| 10 tahun kedepan | lulus S1 | lulus S2 |

Mau jadi apa aku besok ya?. Mari simak ceritanya.
Kalau yang belum kenal saya, perkenalkan nama saya RANTAU INDRA MAWAN. Klaten rumahku, islam agamaku. Cita-cita memang mutlak perlu, tetapi apakah kita tau takdir apa yang menunggu kita besok?. gak ada yang tau, lalu bagaimana usaha kita selama ini ?, apakah akan sia-sia ?, tentu tidak. Kita hanya wajib berusaha, bukan wajib memilih, tidak salah dong kita mempunyai rencana untuk masa depan kita untuk misalnya dalam jangka waktu 10 tahun kedepan.
Inilah aku, mahasiswa kimia UNY semerter dua. Yang paling dekat untuk tujuanku adalah IP minimal 3.00, mulai semester tiga aku aktif dalam organisasi mencari pengalaman hidup. Sebisa mungkin akan ku nikmati kehidupanku di kampus dan membuat kisah memori yang manis. Selesai kuiah dengan IP maksimal ” gak perlu muluk, yang penting memuaskan, hee” dengan gelar sarjana kimia.. Semenjak kuliah aku mulai belajar jadi bimbel, memberikan sedikit pengetahuan bagi mereka yang meminta. Selesai S1 aku mendirikan sebuah lembaga bimbingan belajar, memang gak terlalu besar karena baru awal. Tapi semua itu berawal dari yang kecil untuk menjadi sesuatu yang besar. Studiku langsung kulanjutkan S2 ke luar negri, kalau dapet beasiswa, kalau enggak ya cukup di dalam negri aja. Gelarku kudapatkan, dan lembaga bimbinganku berkembang pesat seiring berjalannya waktu.
Impianku satu persatu kudapatkan, namun kebahagiaanku terasa kurang. Ya, pendamping hidup. Jarak satu tahun setelah lulus S2, menikah untuk yang pertama kalinya dan tentunya untuk yang terakhir kalinya. Kehidupan kami jalani berdua, suka maupun duka lewati bersama. Tak terasa selang satu tahun aku mempunyai teman kecil yang menambah keceriaan anggota keluarga kami. Tak terpikirkan olehku untuk jadi seorang kyai atau ulama, kerena pendampingku adalah seorang nyai”haa, semoga ya”. Setelah anak kami berusia satu tahun, aku bekerjasama dengan pemerintah desa untuk mendirikan sebuah tempat wisata yang dari dulu aku ingin membangunnya. Potensi wilayah yang sungguh bagus membuat kami tidak terlalu kerepotan dalam menatanya. Semua tidak mudah, lika-liku perjalanan wisata ini akhirnya membuahkan hasil. Jarak satu tahun mulai banyak pengunjung. Berawal dari teman keteman, brosur, tawaran ke berbagi sekolah, internet, kesemuanya tidak sia-sia. Wisata outbond ini berkembang begitu cepat dan mulai menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga. Alhamdulillah, dengan sedikit uang tyabungan kami berdua beserta ibu bisa menunaikan ibadah haji.  

sekian aja deh abstraknya, | nantikan kisah sesungguhnya |

1 comment:

  1. wuaww,,,semoga tercapai kak (^_^) mimipiku masih dalam angan2,,, sempat inginku tuangkan dalam sebuah goresan tinta,,, tapi aku takut ktika mimpi2 itu kutuliskan aku takut kehilangan zohrah.. karna mimpiku begitu singkat dan lebih cepat untuk dilewati,, hee #curcol

    ReplyDelete