Tuesday, March 19, 2013



LATAR BELAKANG
Negara Indonesia termasuk negara yang majemuk karena terdiri dari banyak suku, budaya, ras, dan bahasa. Keragaman yang ada di Indonesia inilah yang menjadikan Indonesia memiliki ideologi negara Pancasila. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Sanskerta: panca berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm). Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan pemersatu suku dan agama di indonesia, yang muncul menjadi jalan tengah perbedaan- perbedaan cara berfikir terhadap sudut pandang bangsa indonesia. Pancasila adalah ideologi yang pada hakikatnya telah ada sejak zaman nenek moyang bangsa indonesia, dimana pancasila tertanam dalam jiwa- jiwa warga negaranya yang membentuk suatu tatanan aturan kehidupan yang mengatur kehidupan pribadi bangsa. Pancasila tidak tercipta atas nama pribadi maupun dengan tujuan pribadi, tidak juga lahir dari pemikiran suatu kelompok, akan tetapi pancasila merupakan butir- butir kehidupan bangsa yang digali dari nilai- nilai kehidupan yang sudah tertanam dalam pribadi bangsa indonesia, yang kemudian disusun secara sistematis dalam suatu bentuk yang lebih sederhana yang mencakup seluruh isi bangsa
       Semua unsur dalam pancasila menyusun suatu keberadaan yang utuh. Masing-masing sila membentuk pengertian yang baru. Kelima sila tidak dapat terlepas satu dengan lainnya. Walaupun masing-masing sila berdiri sendiri tetapi hubungan antar sila merupakan hubungan yang organis. Setiap unsur pembentuk Pancasila merupakan unsur mutlak yang membentuk kesatuan, bukan unsur yang komplementer. Artinya, salah satu sila kedudukannya tidak lebih rendah dari yang lain. Sebagai satu kesatuan yang mutlak Pancasila, tidak dapat ditambah atau dikurangi. Pancasila sebagai suatu sistem nilai disusun berdasarkan urutan logis keberadaan unsur-unsurnya. Setiap susunan dalam pancasila menunjukkan suatu kronologi kehidupan bangsa yang tersusun atas nilai-nilai.
Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa, sebagai dasar negara, dan juga pedoman bagi pelaksanaan pemerintahan yang ada di indonesia. Tidak hanya bagi pemerintah, pancasila memiliki fungsi yang sama bagi warga negaranya. Setiap warga negara wajib mengerti dan mengamalkan pancasila dalam kehidupannya. Mengerti adalah mengetahui hakikat pancasila sebagai dasar, idoelogi, dan juga jiwa bangsa indonesia dan juga mengetahui fungsi pancasila sendiri bagi bangsa indonesia dan juga bagi dirinya sendiri sebagai warga negara indonesia.Mengamalkan sendiri adalah melakukan segala sesuatu berdasarkan pancasila.
RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan warga negara yang pancasila ?
2.      Sila berapa yang sudah dijalankan ?
PEMBAHASAN
            Warga nagara adalah bagian dari negara tersebut dimana warna negara menjadi salah satu penyusun pokok dapat berdirinya suatu negara. Dalam berjalannya kehidupan suatu bangsa, seorang warga negara haruslah mengerti dan juga mengamalkan landasan kehidupan bangsa tersebut. Seorang warga negara yang pancasila adalah warga yang mengerti apa itu pancasila kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari- hari, seperti saling tolong menolong, gotong royong, menjalankan ibadah berdasarkan agama masing- masing, ikut berpartisipsi dalam pembangunan bangsa, dan masih banyak lainnya lagi.
            Untuk dapat mengamalkan pancasila, seorang warga negara harus mengerti apa itu pancasila sendiri. Pancasila memiliki Lima sendi utama penyusun Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945 (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm)
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
·         Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
·         Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
·         Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
·         Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
·         Menolak kepercayaan atheisme di Indonesia. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm)
Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini adalah makhluk yang diciptakan layaknya makhluk yang lain yang diciptakan oleh penciptanya yang sering kita sebut tuhan.manusia sebagai makhluk yang di cipta wajib menjalankan segala sesuatu yang telah di tetapkan oleh penciptanya, yaitu menjauhi segala larangannya dan juga menjalankan segala perintahnya. Maka dengan berlandaskan pancasila, warga negara indonesia dengan sendirinya akan memiliki agama kepercayaan masing- masing. Dengan adanya pancsila sila pertama yang berbunyi “ Ketuhanan Yang Maha Esa” , warga negara indonesia memiliki kebebasn dalam memeluk agama dan beribadahsesuai dengan yang di percayainya. Oleh karena manusia adalah makhluk ciptaan tuhan, maka segala perintah dari tuhan adalah wajib baginya, suatu keharusan yang harus dilaksanakan yang akan mendapat suatu konsekuensi jika tidak dilaksanakan yaitu dosa.
            Agama adalah suatu keyakinan yang timbul dari dalam hati pribadi masing-masing, maka dari itu pancasila menjamin akan adanya kebebasan dan tidak adanya paksaan dalam memeluk agama. Orang dapat memeluk agama dalam suasana tenang, bebas, mandiri.(pendidikan pancasila.2008:67)
2.      Kemanusian Yang Adil Dan Beradab
·         Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
·         Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
·         Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
·         Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
·         Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain(pentingnya mempelajari sila ke dua.2010.ashokablog.blogspot.com)
Pokok- pokok dalam pembelajaran sila ke dua adalah warga negara harus mampu menempatkan warga negara yang lainya sebagai manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk tuhan dimana terkandung dalam kata kemanusiaan yang memiliki arti universal atau lebih luas menckup berbagai aspek. Prinsip- prinsip kemnusiaan adalah nilai- nilai yang sudah terpelihara dalam masyarakat indonesia sejak dulu, nilai- nilai itu diperkuat dengan adanya kedatangan agama besar di indonesia. Manusia memiliki derajat yang sama di hadapan tuhan dan juga mimiki derajat yang sama di mata hukum, dengan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, warga negara indonesia haruslah dapat menghargai perbedaan yang sangat beragan yang ada di indonesia. Mulai dari warna kulit, indonesia memiliki banyak sekali ragam warna kulit yang tidak seharusnya menjadi perbedaan mendasar yang membedakan derajat manusia. Indonesia juga memiliki beragam suku yang tentunya akan memiliki adat kebudayaan kebiasaan yang berbeda pula. Oleh karena dalam pancasila sila ke dua menegaskan kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagai warga negara yang pancasila, maka waga negara indonesia haruslah menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
3.      Persatuan Indonesia
·         Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
·         Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa  apabila diperlukan.
·         Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
·         Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah airIndonesia.
·         Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.( analisis pancasila sila ke tiga. Kurniawan Rizky Seelenverwandten/ kuniawan berbagi)
Pada dasarnya manusia diciptakan berbagai macam suku, budaya, dan bangsa, adalah satu kenyataan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun juga. Termasuk bangsa Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau-pulau yang terpisah oleh lautan luas, sehingga terjadi beraneka macam keanekaragaman di Indonesia. Berdasarkan fakta ini harus diakui adanya bangsa dan kebangsaan.  Untuk mencapai tujuan demi keadilan social, bangsa Indonesia harus menggalang persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman suku dan budaya yang kita miliki. Bung Karno sering menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya alat pemersatu bangsa Indonesia, terutama sila ketiga yaitu persatuan Indonesia. ( analisis pancasila sila ke tiga. Kurniawan Rizky Seelenverwandten/ kuniawan berbagi)
Melihat sejarah dalam mencapai kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa, maka hal itulah yang menjadikan persatuan Indonesia menjadi salah satu pondasi terkuat berdirinya bangsa Indonesia dan landasan untuk bangsa Indonesia dalam menjalankan pemerintahan, memajukan bangsa, dan menghadapi ancaman sekalipun. Keberagaman suku dan budaya di Indonesia juga perlu disatukan oleh suatu landasan pemersatu yang kuat. Sehingga dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia terdapat sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia mengutamakan kepentingan dan keselamatan negara ketimbang kepentingan golongan pribadi atau kelompok seperti partai. Hal yang dimaksudkan adalah sangat mencintai tanah air Indonesia dan bangga mengharumkan nama Indonesia. Sila ini menanamkan sifat persatuan untuk menciptakan kerukunan kepada rakyat Indonesia.
4.      Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
·         Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
·         Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
·         Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
·         Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
·         Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm)
Setiap warga negara indonesia memiliki hak dan juga kewajiban terhadap bangsa. Warga negara memiliki hak diantaranya persamaan kedudukan di dalam hukum, perlakuan adil, serta perlindngan terhadap ancaman yang di tujukan kepadanya. Sedangkan kewajiban seorang warga negara menurut pancasila sila ke empat adalah mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi.
Dalam butir-butir sila ke empat di jelaskan bahwa dalam segala aspek kehidupan manusia selalu disarankan menggunakan musyawarah dalam mengambil setiap keputusan. Dengan membicrkan suatu permasalahan secara bersama-sama akan di temukan jalan keluar yang disepakati bersama, sehingga suatu keputusan akan diterima baik oleh semua kalangan. Dalam menyampaikan sebuah pendapat, seseorang tidak boleh memaksakan kehendak. Setiap pendapat yang disampaikan mempunyai kedudukan yang sama dan harus dihargai. Dalam bermusyawarah, rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan musyawarah haruslah dimiliki oleh setiap anggota musyawarah. Itulah warg negara yang memiliki jiwa pncasila sila ke empat.
5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
·         Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
·         Bersikap adil.
·         Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
·         Menghormati hak-hak orang lain.
·         Suka memberi pertolongan kepada orang lain. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm)
Keadilan bukanlah suatu kerataan terhadap sesuatu, melainkan keadilan adalah suatu ketepatan penempatan sesuatu terhadap apa yang seharusnya. Keadilan berartiadanya persamaan dan saling menghargi jarya orang lain(pendidikan pancasila.2008:72). Jadi seseorang dikatakan adil apabila memberikan sesuatu terhadap orang lain sesuai terhadap hak dan juga kewajibannya. Bangsa indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, kelimpahan sumber pangan dan juga kelimpahan sumber tambang yang amat sangat. Semua kekayaan tersebut bukanlah milik negara semata melainkan milik semua rakyat ijndonesia. Pemanfaatan kelimpahan tersebut tidak boleh atas kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok, melainkan digunakan untuk kepentingan umum yang menyejahterakan dengan berdasar potensi masing- masing.
Berdasarkan penjabaran dari sila-sila pancasila yang memiliki butir-butir nilai yang mencakup berbagai aspek kehidupan bangsa dan juga negara, warga negara wajib mengamalkan pancasila tersebut. Pengamalan pancasila dapat dilakukan mulai dari hal yang sederhana, seperti rajin melaksanan ibadah sesuai sila pertama, melakukan musyawarah dalam setiap mengambil suatu keputusan sesuai sila ke empat, menjaga keutuhan bangsa dengan melestarikan budaya warisan nenek moyang bangsa sesuai dengan sila ke tiga, dan masih banyak yang lainnya. Pengamalan pancasila perlu di biasakan sejak dini agar ketika sudah dewasa nili-nilai pancasila tidak luntur oleh perkembangan teknologi yang mengkikis hakikat budaya pancasila. Warga negara yang pancasila  adalah warga negara yang mampu mengerti hakikat pancasila dan juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika baru mengerti saja, mangerti apa itu pancasila atau bahkan hafal tetapi tidak mengamalkannya maka warga negara tersebut bukanlah warga negara yang pancasila. Sebenarnya nilai-nilai budaya yang ada dalam lingkungan masyarakat adalah budaya yang mengandung nilai-nilai pancasila, akan tetapi banyak orang yang tidak mengetahui akan hal itu, maka dari itu pengetahuan akan pancasila sangatlah penting. Apalagi pancasila adalah sebagai pedoman pelaksanaan kehidupan bangsa, sebagai dasar negara yang disitu memuat segala peraturan kehidupan bangsa.
KESIMPULAN
1.      Warga nagara yang pancasila adalah warga negara yang mengerti hakikat pancasila dan juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
2.      Setiap sila yang ada di pancasila sebenarnya sudah terwakili oleh adat kebudayaan, kepercayaan dan juga sikap yang diwariskan dari nenek moyang. Jadi secara tidak sengaja warga negara indonesia telah melaksanakan pancasila yang meliputi sila pertama” Ketuhanan yang Maha Esa”, sila kedua” kemanusiaan yang adil dan beradab”, sila ketiga” persatuan indonesia”, sila ke empat “ kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalm permusyawaratan perwakilan”, sila kelima “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”.
DAFTAR PUSTAKA
1.      Rukiyati,dkk.2008. Pendidikan pancasila buku pegangan kuliah. Yogyakarta: UNY press
2.      Saripuddin, udin.1989. konsep dan strategi pendidikan moral pancasila. Jakarta: LPTK
3.      Undang Undang Dasar 1945
4.      Pancasila. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
8.      http://bakhrul-25-rizky.blogspot.com/2012/03/analisis-pancasila-sila-ketiga.html
 

0 komentar:

Post a Comment