Thursday, December 6, 2012


       I.          TOPIK
Perilaku burung merpati terhadap rangsangan suhu
     II.          RUMUSAN MASALAH
1.     Bagaimanakah perilaku burung merpati pada saat suhu tinggi (di bawah sinar matahari langsung) ?
2.     Bagaimanakah perilaku burung merpati pada saat suhu ruangan ?
3.     Bagaimanakah perilaku burung merpati pada saat suhu dingin (pada malam hari) ?
   III.          TUJUAN
Mengetahui perilaku burung merpati terhadap rangsangan suhu
  IV.          DASAR TEORI
Dalam suatu ekosistim suhu dapat mengatur pertumbuhan dan penyebaran hewan yang hidup didalamnya. Proses ini karena suhu mempengaruhi unsur fisik dan fisiologis tubuh hewan. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak enzim, sel, jaringan, organ, permibilitas membran, hormon serta menguapkan cairan tubuh. Sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim, hormon metabolisme dan pembekuan protoplasma.
Setiap hewan(organisme) memiliki titik kardinal suhu yang berbeda dengan hewan lainnya. Titik kardinal adalah titik-titik yang menunjukkan batas suhuh maksimum, suhu optimum dan suhu minimum yang masih bisa diterima oleh hewan.
Suhu maksimum adalah suhu tertinggi yang masih memungkinkan hanya 50% anggota populasi suatu hewan bertahan hidup. Suhu minimum adalah titik suhu terendah yang memungkinkan hanya 50% anggota populasi suatu hewan bertahan hidup. Suhu optimum adalah nilai suhu yang memungkinkan populasi suatu hewan menjalani hidup paling baik dan menghasilakan keturunan paling banyak
Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (Aves), dan mamalia. Dalam pengaturan suhu tubuh, hewan harus mengatur panas yang diterima atau yang hilang ke lingkungan. Mekanisme perubahan panas tubuh hewan dapat terjadi dengan 4 proses, yaitu konduksi, konveksi, radiasi, dan evaporasi. Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet. Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung. Sebagai contoh, radiasi sinar matahari. Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas. Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.
Meskipun burung berdarah panas, ia berkerabat dekat dengan reptil. Bersama kerabatnya terdekat, suku Crocodylidae alias keluarga buaya, burung membentuk kelompok hewan yang disebut Archosauria. Pada awalnya, sayap primitif yang merupakan perkembangan dari cakar depan itu belum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh terbang, dan hanya membantunya untuk bisa melayang dari suatu ketinggian ke tempat yang lebih rendah. Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk. Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya. Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil. Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur. Merpati adalah jenis hewan yang panas tubuhnya dari hasil metabolisme dimana suhunya lebih konstan. Merpati akan cenderung melakukan perilaku yang berbeda- beda pada suhu yang berbeda untuk menyesuaikan suhu tubuhnya terhadap suhu lingkugan sekitarnya. Ada berbagai jenis burung merpati, diantaranya dibedakan berdasarkan  bentuk badan:
1.     Kipas (Fantail): Berasal dari India dan Cina. Tanda mencolok ekornya menyerupai kipas. Tetapi karena ekor panjang, kita harus sering memotongnya agar bisa kawin. Kelemahan burung ini, harus dicarikan indukan lain untuk mengasuh anak.
2.     Jacobin: Diberi nama seperti itu karena bulu-bulu yang mengitari kepalanya menggambarkan topi yang dipakai pendeta-pendeta Jacobin. Burung diternakkan dengan warna putih, jitam, biru, perak, merah dan kuning.
3.     Frillback: Burung yang istimewa tetapi kurang popular. Merpati ini berbulu ikal di bandan dan sayap, sehingga ditemukan adanya bulatan-bulatan kecil bagaikan bulu. Ada yang jambul ada yang tidak. Burung yang baik harus punya ikal yang kokoh. Warna ada yang hitam, putih, kebiruan, kemerahan, kekuningan. Yang kemerahan dan kekuningan dianggap sebagai bentuk yang baik.
4.     Cropper: Bersanak dekat dengan pouter. Keduanya menjadi keluarga besar, dengan cirri-ciri hampir sama. Salah satu cropper yang terkenal adalah English Cropper. Tembolok besar, berdirinya tegak, badan dan pnggang langsing dengan kaki panjang. Termasuk merpati yang tinggi karena bisa setinggi 50 cm dari kepala sampai kaki. Pada tembolok merpati ini ada gambar bulan sabit dengan kedua ujung bertemu di dekat kedua matanya. Ujung sayap, bagaina bawah badan, kaki dan bulu-bulu putih di sayap menggambarkan bintik-bintik seperti bulu.
5.     Jenis lain dari Cropper adalah Pouter yang mudah dijinakkan dan menyenangkan. Jenis lainnya adalah Holle Cropper yang berbentuk seperti merpati kipas, tetapi tidak berekor kipas. Jenis lain Cropper adalah Valencia Cropper yang bertembolok menggantung, mengembang seakan dibusungkan.

    V.          ALAT DAN BAHAN
1.     Panca indra
2.     Burung merpati
3.     Kamera
  VI.          PROSEDUR KERJA
VII.          TABULASI DATA
No
Waktu dan tempat
Perilaku
1
Pagi hari di rungan terbuka
Burung merpati menunjukkan perilaku yang wajar, burung merpati hanya diam
2
Siang hari di tempat terbuka dibawah sinar matahari
Burung merpati terlihat aktif, lebih banyak bergerak dan terlihat gelisah
3
Malam hari di tempat terbuka
Merpati terlihat diam, kepalanya agak masuk, bulu mengembang



VIII.          PEMBAHASAN
Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.
Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya bulu dan rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke tubuh. Manusia menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi
Merpati adalah jenis hewan yang suhu tubuhnya bergantung pada metabolisme di dalam tubunhnya. Merpati akan menyesuaikan diri terhadap suhu lingkungannya dengan berbagai perilaku, dimana periku tersebut akan membantu merpati dalam bertahan hidup.
Pada suhu ruangan( pagi hari di ruangan terbuka) merpati akan menunjukkan perilaku yang biasa atau wajar. Tidak ada perubahan fisik yang terjadi pada diri merpati seperti mengembangnya bulu atau mengecilnya bulu. Hal ini dikarenakan suhu pada tempat penelitian adalah suhu optimal bagi merpati, suhu tubuhnya stabil dan sesuai dengan suhu lingkungannya sehingga merpati tidak melakukan adaptasi terhadap lingkungannya.
Ketika merpati di letakkan pada tempat yang terbuka yang terkena sinar matahari langsung, merpati akan lebih aktif dan banyak bergerak seperti, melompat, terbang berpindah pada tempat yang berbeda, kepalanya bergerak seperti kebingungan. Ciri ini terrlihat setelah beberapa saat burung merpati di letakkan pada tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Setelah burung merpati diletakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung suhu badan merpati dan suhu lingkungan berbeda, karena pada sebelumnya merpati di letakkan di tempat yanng redup yang tidak terkena matagari secara langsung. Sedangkan suhu lingkuangan lebih tinggi dikarenakan penyinaran secara langsung oleh sinar matahari pada siang hari, maka ketika merpati di letakkan pada tempat percobaan yang suhunya lebih tinggi, merpati akan melakukan adaptasi terhadap lingkungan tersebut. Adaptasi yang dilakukan merpati berdasarkan hasil penelitian, merpati akan lebih banyak bergerak seperti terbang berpindah tempat, terlihat seperti kebingungan.
Ketika suhu lingkungan dingin(di tempat terbuka ) merpati terlihat diam. Kepalanya agak masuk, dan bulunya mengembang. Ciri tersebut yang terlihat diakibatkan suhu yang dingin, sehingga merpati akan mengembangkan bulunya agar suhu tubuhnya naik. Pada keadaan dingin merpati tidak melakukan banyak gerakan, merpati cenderung diam pada satu titik tempat. Tidak ada gejala-gejala yang lain yang timbul selain mengembangnya bulu dan kepala sedikit masuk kedalam
  IX.          KESIMPULAN
Berdasrkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
1.     Hewan akan melakukan adaptasi terhadap lingkungannya untuk bertahan hidup
2.     ketika merpati di beri perlakuan berupa suhu yang berbeda, maka merpati akan menunjukkan perilaku yang berbeda
3.     merpati akan melakukan perubahan fisik berupa pengembangan bulu ketika suhu dingin(di tempat terbuka malam hari), dan banyak bergerak ketika suhu panas(di tempat terbuka siang hari), dan biasa saja ketika dalam suhu kamar(di ruangan terbuka pagi hari)


    X.          DAFTAR PUSTAKA
Cederer. Roger J.1984. Ecology And Field Biologi. California: Cummings Publising Compny
Biyobe, Wakhid.2011. Perilaku hewan. P.MIPA: Universitas Lampung
Bandar Lampung
Notoadjmojo, soekidlo.Merpati. Jakarta. Rineka cipta
Peterson, Roger Tory. 1978. The birds. Canada: Silver Burdet Company
Soeseno, Ari.2007. Memelihara dan beternak burung merpati. Jakarta: Penebar swaz
  
LAMPIRAN


0 komentar:

Post a Comment